Becanda sama pacar memang mengasyikan. Ini membuat hubungan semakin erat dan di beberapa kesempatan bisa digunakan sebagai momen sharing masalah dalam hubungan tanpa terkesan serius. Ingatlho gooders, tidak semua masalah harus dibahas secara serius.
Meskipun demikian, kadang-kadang dalam becanda sama pacar kita jadi lupa dengan batasan-batasan yang harusnya tidak dilanggar. Jangan sampai dalam becanda justru membuat pasangan kita tersinggung. Jangan sampai ya.
Dalam menanggapi sesuatu pun juga harus hati-hati, jangan gegabah ya. Ucapan yang gegabah dapat membahayakan hubungan kamu lho. Beberapa pasangan sampai mengakhiri hubungan gara-gara cara berpikir yang gegabah. Makanya, hati-hati dalam ucapanmu. Inilah 6 kalimat yang paling dibenci sama pacar. Simak ya!
“Kamu itu nggak sayang aku. Nyatanya bbm aku saja enggak kamu balas.”
Jangan menuduh dia tidak sayang sama kamu hanya karena tidak membalas chat kamu, bisa jadi dia baru sibuk. (content.randomenthusiasm.com/)
Lho, lho, lho. Apa sih indikator sayang seseorang itu? Apa dengan selalu membalas chat kamu terus? Ya kalau dia memang lagi selo. Kalau lagi sibuk? Maka dari itu, jangan cepat mengambil keputusan bahwa dia tidak sayang sama kamu.
Terkadang niatnya becandaan saja, tapi percayalah bahwa dia tidak menyukai kata-kata itu. Dia juga enggan dituduh begitu. Dia yang ingin menyampaikan alasan, jadi badmood dengan ucapan tersebut. Jadi, alangkah baiknya jika sesuatu ditanyakan baik-baik. Jangan langsung membuat kesimpulan seperti itu ya gooders!
“Aku nggak papa kok”
Jangan menutupi perasaanmu dengan mengatakan “aku nggak apa-apa” kepada kekasihmu (www.tigasiku.com)
Halo perempuan! Masih ingat kan kalau lelaki itu sering tidak peka? Jika terjadi sesuatu jangan bilang “nggak apa-apa” ya. Maksud doi ingin mencari tahu kenapa, e malah dijawab nggak apa-apa. Doi bisa mangkel tuh.
Lelaki itu inginnya disampaikan secara jelas apa duduk permasalahannya. Nah, kalau cuma bilang enggak apa-apa? Lha siapa yang bisa tahu kamu kenapa. Hehe. Lelaki sudah khawatir setengah mati sama kamu, kamunya malah main kode-kodean. Bisa bikin masalah makin gedhe tuh gooders. Makanya, sampaikan saja mau kamu dengan gamblang. Tanpa harus nunggu dia menerka kode kamu itu.
“Kenapa? Aku nggak sebaik pacarmu dulu?”
Halo, masa lalu biar jadi masa lalu. Jangan diungkit-ungkit ya (img03.deviantart.net)
Ingat gooders, bukan tanpa alasan lho pacarmu mau menjalin hubungan sama kamu. Kalau misalkan dia pernah punya pacar,putus, lalu memutuskan pacaran sama kamu itu tandanya dia benar-benar ingin mengubur dalam kenangan masa lalunya. Makanya, catat ya! Kalau pacarmu paling malas jika diungkit-ungkit masa lalunya dulu.
Apalagi dengan membanding-bandingkan. Ya kalau kamu memang lebih baik, ya tidak menjadi masalah. Kalau sebenarnya tidak dan dia sudah berusaha menerima kamu apa adanya. Kalimat seperti ini bisa menyulut api amarahnya lho. Makanya, hati-hati ya.
“Pacarku yang dulu sering lho beliin aku bunga.”
Jangan pernah bandingkan pacarmu dengan mantanmu. Menyakitkan lho! (media-cache-ak0.pinimg.com)
Yaps, ini hampir sama dengan kasus sebelumnya. Intinya, dalam menjalin hubungan jangan membawa-bawa masa lalumu dalam hubunganmu. Serius! Bisa bikin runyam lho.
Orang akan marah jika dibanding-bandingkan dengan orang lain. Apalagi dibandingkan dengan orang yang seakan-akan “saingan”nya. Duh duh duh.. jangan sampai timbul masalah yang lebih besar ya gegara omongan kamu.
“Kita putus!”
Jangan mudah mengatakan putus. Karena merekatkan hati yang telah patah tak semudah mematahkannya. (www.hdwallpaper.nu)
Segala sesuatu itu bisa kok untuk dibahas baik-baik. Apalagi ini menyangkut hubungan. Semua perlu dibahas baik-baik. Jangan karena masalah sedikit, lalu minta putus. Ketahuan sms lawan jenis,minta putus. Tidak membalas pesan, minta putus.
Eits, kata putus itu sakral lho. Kalau bentar-bentar diucapkan, itu akan menjadi hal yang biasa, tidak ada spesialnya lagi hubungan kalian. Ingat ya gooders, jangan mudah mengucapkan putus. Apalagi kalau untuk becandaan atau gertakan.
Sumber: isigood.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar